Sempat Bersitegang, Penyaluran BLTDD Tahap Satu Saluran Pertama Desa Penda Asam Terlambat, Ternyata Ini Yang Terjadi ...??? - tabloidmilitan.com - Media Informasi Lintas Kalimantan

Breaking

5/12/2021

Sempat Bersitegang, Penyaluran BLTDD Tahap Satu Saluran Pertama Desa Penda Asam Terlambat, Ternyata Ini Yang Terjadi ...???

Barsel /// www.tabloidmilitan.com
Pemerintah Desa Penda Asam Kecamatan Dusun Selatan kabupaten Barito Selatan Provinsi Kalimantan Tengah menyalurkan dana BLTDD (Bantuan Langsung Tunai Dana Desa) tahap pertama saluran satu (Januari 2021) kepada 168 orang penerima, pada Selasa, 11 Mei 2021, padahal pada tahun 2020, penerima BLTDD Penda Asam sebanyak 283 penerima, terbanyak se-Barito Selatan.


Penyerahan BLTDD tersebut, yang sejogya hanya di hadiri 168 orang penerima, tapi yang terjadi justru banyak juga warga masyarakat Desa Penda Asam yang pada tahun sebelumnya 2020 sebagai penerima BLTDD, namun pada pembagian kali ini justru tidak menerima, sehingga mereka berhadir untuk mempertanyakan hal tersebut.


Bardi Suluh Kepala Desa Penda Asam, mengatakan kepada para awak media yang diundang secara khusus untuk meliput kegiatan pembagian BLTDD tersebut mengatakan, masih ada sebagian warga masyarakat Penda Asam, yang belum bisa menerima kalau dirinya sudah tidak termasuk sebagai penerima BLTDD 2021, lantaran hal tersebutlah Saya mengundang Camat Dusun Selatan secara khusus dan kawan-kawan media, juga LSM Senator 2000, biar masalah ini lebih transparan dan warga saya juga tahu kenapa mereka dicoret dari daftar penerima BLTDD 2021, ungkapnya.


Sebenarnya kami dari Pemerintah Desa Penda Asam sudah berkali-kali menyampaikan alasan dan dasar hukumnya, kenapa dari 283 penerima BLTDD tahun 2020, sementara penerima BLTDD Tahap Pertama saluran satu tahun 2021 ini hanya ada 168 penerima saja, atau ada sebanyak 115 orang penerima yang di coret atau bukan selaku penerima lagi, tambahnya lagi.


Sekedar untuk diketahui, Desa Penda Asam merupakan Desa penerima BLTDD terbanyak se-Kabupaten Barito Selatan untuk tahun 2020 lalu, yakni 283 penerima, ungkapnya lagi.


Dan benar saja, sebelum kegiatan pembagian akan dilakukan, dua orang masyarakat mewakili kelompoknya mempertanyakan kenapa haknya selaku penerima BLTDD tahun 2020 justru di coret pada daftar penerima BLTDD tahun 2021, hingga menyatakan tidak terima atas hal itu bahkan bersikeras harus menerima, hingga sempat bersitegang.


Dengan penjelasan dan adu argument yang kuat dari Kepala Desa dan dikuatkan oleh penjelasan Camat Dusun Selatan, juga dibantu oleh Babinkantibmas bahwa penerima BLTDD, tidak boleh ganda sebagai penerima bantuan lainnya, baik berupa PKH, BPNT, BST, Bansos dan juga penerima bantuan Prakerja, sebagaimana Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 222 Tahun 2020 terutama Pasal 39 ayat 1 dan 2, poin a dan b, akhirnya masyarakat yang tidak bisa menerima tersebut bisa memahami.


Sebenarnya Saya juga ingin semua masyarakat Saya menerima, bahkan sebenarnya tidak sampai hati mencoret mereka, namun aturan mengharuskan kami melakukan hal itu, kalau tidak akan menjadi masalah dikemudian hari, ungkap Bardi lagi.


Saya berharap, walaupun nilai atau nominal BLTDD ini tidak seberapa, namun semoga bisa sedikit membantu masyarakat terutama pada saat pandemi ini, harapnya.


Sementara itu ditempat yang sama, saat diminta keterangan, Camat Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan Mario Aan menyampaikan, agar seluruh Pemerintah Desa terutama yang berada di bawah administrasi Kecamatan Dusun Selatan, harus menjalankan pemerintahan desanya berdasarkan peraturan hukum yang berlaku, agar tidak menjadi permasalahan kemudian hari, tegasnya mewanti-wanti.


Sepahit apapun masalahnya, karena memang tugas seorang Kepala Desa adalah untuk hal itu, mengurus orang banyak, dan mereka semua sudah menyadari hal itu semenjak masa awal pencalonan, tambah Mario sapaan akrabnya mengingatkan para Kepala Desa.


Dan kami dari pihak kecamatan, selalu siap membantu bersama-sama mencari solusi bilamana ada permasalahan di desa, pungkasnya. (Tim TM-SIK/H. Indra Sy. Ikat/Dhennis S).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar