Jumat Berdarah Desa Tarusan, Akibat Kurangnya Partisipatif Aparatur Desa - tabloidmilitan.com - Media Informasi Lintas Kalimantan

Breaking

4/24/2021

Jumat Berdarah Desa Tarusan, Akibat Kurangnya Partisipatif Aparatur Desa

Barsel /// www.tabloidmilitan.com

Kejadian bermula sejak dari Kamis malam (22/04/2021) sudah cukup menggegerkan kedamaian masyarakat Desa Tarusan, namun hingga pagi Jumat kejadian itu justru semakin mengegerkan, hingga puncaknya diduga terjadi penebasan oleh seorang pengusaha sukses terhadap sesama warga Desa Tarusan Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan.


Pelaku penebasan yang biasa di sapa Pak Haji (I) oleh warga Tarusan melakukan penebasan terhadap Adul anak almarhum Atak Intan, mantan Kades Tarusan dahulu, kata salah satu warga Desa Tarusan kepada redaksi tabloidmilitan.com seraya meminta jangan ditulis namanya 


Akibat dari tebasan dengan menggunakan parang tersebut, korban (Adul) mengalami luka dibelakangnya yang diperkirakan 10 centimeter, sehingga korban sampai susah mengangkat tangannya, terang Jap salah satu tokoh masyarakat Desa Tarusan menyampaikan kepada redaksi.


Berdasarkan hasil pantauan, pagi tadi pelaku dan korban sudah di bawa naik speed menuju Polsek Dusun Utara untuk proses lebih lanjut, lanjutnya menjelaskan.


Kita menyanyangkan kejadian ini, karena seandainya aparatur desa lebih jeli dan perduli, mungkin kejadian ini tidak akan berlanjut hingga keesokan harinya, lanjutnya menyayangkan.


Namun lantaran kurangnya antisipatif dan keperdulian, di pagi Jumat bulan Ramadhan ini, dimana harusnya penuh keberkahan justru menjadi tragedi pagi Jumat berdarah, sesalnya.


Coba seandainya, sejak malamnya di proses oleh pihak desa secara masiv, baik didamaikan maupun diproses lebih lanjut ke pihak yang berwenang (Ke Polisi Sektor Dusun Utara), tentu kejadian berdarah ini mungkin tidak akan terjadi, ungkapnya.


Sangat disayangkan juga sebagai pengusaha sukses terpandang dan terpelajar, seharusnya percaya kepada tangan-tangan hukum, bukannya main hakim sendiri dan melakukan tangan besi, sehingga mengancam jiwa dan nyawa orang lain, karena menggunakan parang tajam untuk memutuskan atau menyelesaikan permasalahan, seolah-olah preeman kampung yang tak perduli hukum, maka dari itu semoga ini bisa menegakkan hukum yang sudah mulai dikesampingkan lantaran selama ini sudah sering terjadi, salah sedikit parang bermain dan atau main hakim sendiri, sesalnya lagi.


Dan hal yang lebih berbahaya lagi  dengan adanya kejadian berdarah ini dan harus di antisipasi dari sekarang adalah mencegah dendam antara kedua keluarga pelaku dan korban, karena akibat dendam biasanya lebih seru dan sangat berbahaya, makanya untuk mencegah hal itu perlunya proses hukum yang berkeadilan, perlunya peranan pemerintah desa, agar suasana bisa kembali kondusif apalagi pada saat bulan Ramadhan seperti saat ini, tutupnya.


Saat tim redaksi mengkonfirmasi kejadian ini ke Kapolsek Dusun Utara via chat whatsapp, namun tidak mendapat jawaban kendali chat whatsapp sudah tertanda biru (terbaca), hingga berita ini ditayangkan. (Tim Redaksi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar