Wooow....!!! DD Desa Tarusan Raib Rp. 500 juta lebih, BLT-DD Mandek - tabloidmilitan.com - Media Informasi Lintas Kalimantan

Breaking

2/27/2021

Wooow....!!! DD Desa Tarusan Raib Rp. 500 juta lebih, BLT-DD Mandek

 

Insert. Albertus, S.AP (doc. Lsm Senator 2000)


Buntok, www.tabloidmilitan.com.

Masyarakat Desa Tarusan Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan, sudah berulang ulang mempertanyakan, mengadukan bahkan melaporkan ke instusi terkait yang berkompetensif mengenai hak-hak mereka yang hilang sebagai penerima BLT DD Tahun 2020 lalu hingga saat ini ( Februari 2021) yang "tidak pernah" di terimanya terutama tahap (2) dua dan tiga (3), ungkap salah satu warga Tarusan kepada awak media.


Namun sayangnya lagi, pemerintah dan instusi terkait seolah membiarkannya, sehingga hak hidup kami warga desa Tarusan bagai tenggelam di laut luas tak berujung pangkal dalam penantian yang semu, tambahnya lagi.


Padahal pertanyaan dan atau pengaduan yang kami layangkan kepada pemerintah melalui instansi-instansi terkait, tidaklah kurang, ada yang berupa lisan dan juga tulisan, tambah warga Desa Tarusan lainnya lagi menambahkan.


Namun anehnya, hingga saat ini hal ini bagai terbiarkan tanpa kejelasan, sehingga hak hidup masyarakat Tarusan, terutama masyarakat penerima BLT-DD tahun anggaran 2020 lalu kehilangan hak-haknya, tambahnya lagi.


Lantaran hal ini, terkesan oknum aparat desa bisa dengan leluasa mulus menyantab atau menguras habis uang desa untuk kepentingan pribadinya semata, tambah salah satu aktivis Lsm Senator 2000 Perwakilan Desa Tarusan menambahkan.


Lalu ada apa dengan pemerintah, terutama pihak-pihak terkait diatasnya, sebagai pembina atau pengawasnya yang mestinya bisa melakukan tindakan nyata secara dini, mengingat mereka itu kan terlibat langsung dalam proses awal pencairan, karena tanpa rekomendasi dan verifikasi pihak kecamatan dan DSPMD, dana itu tidak akan bisa cair, sesalnya lagi. 


Apalagi bila di telaah secara runtut perjalanan duit desa yang tertera dalam DD dan ADD, tentulah tidak mudah harus melibatkan berbagai unsur terkait baru duit itu bisa ternikmati oleh oknum unsur desa, mengingat duit yang di raib itu tidak sedikit pula jumlahnya dan untuk beberapa tahap program desa dengan proses administrasinya yang banyak segudang, sebagai lampiran dan juga pengawasan yang seharusnya riil, step by step sudah terlalui jamak, baru oknum bisa membawa uang itu pulang dan bisa membelanjakannnya secara masif untuk kepentingan personnya, namun anehnya semua kesulitan itu bisa terlalui mulus seakan duit sebanyak itu gratis bak jatuh dari langit, sehingga tidak memerlukan banyak dari tanda tangan yang bertanggungjawab, tambah salah satu tokoh masyarakat desa Tarusan via telpon kepada redaksi.


Namun yang paling mengherankan lagi keperdulian kami dalam menyelamatkan duit rakyat yang banyak itu seolah mandul, tumpul dan tidak di gubris sehingga action riilnya dari pemerintahan pun tampak nihil dan terkesan statis, diam lalu di biarkan, anehkan ...?? ujarnya setengah bertanya kritis.


Saat hal itu di konfirmasikan ke Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa (DSPMD) Kabupaten Barito Selatan, namun sayangnya yang bersangkutan tidak bisa ditemui, sehingga awak media menemui Kepala Bidang Administrasi Pemerintahan Desa Dan Kelembagaan, Albertus, S.AP yang membenarkan perihal tersebut (22/02/2021).


"Benar BLT-DD Tarusan ada dua (2) kali yang tidak tersalurkan dengan nilai Rp. 500 juta (lima ratus juta) lebih, namun sisa uang yang ada di rekening desa cuma bersisa sekitar Rp. 114 ribu (seratus empat ribu) sekian saja", ungkapnya.


Untuk lebih lanjutnya kami juga masih menunggu LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan) dari pihak Inspektorat untuk bisa memberi rinci laporan kepada atasan kami, sehingga ada ruang dan kepastian selama 60 hari pengembalian, bila selama itu belum ada titik terang pertanggungjawaban, maka di pastikan akan dilimpahkan APH (Aparat Penegak Hukum) untuk di proses hukum, ucap Albertus menegaskan. (Tim SIK-TM/Nedhy Ross Sy. Ikat/H. Indra Sy. Ikat).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar