Kadis Nakertrans Akui Ada Kesulitan, Namun Beri Solusi Jitu Untuk Mencegah Tumpang Tindih Penerimaan Bantuan....??? - tabloidmilitan.com - Media Informasi Lintas Kalimantan

Breaking

2/16/2021

Kadis Nakertrans Akui Ada Kesulitan, Namun Beri Solusi Jitu Untuk Mencegah Tumpang Tindih Penerimaan Bantuan....???

 

Insert. Agus In'Yulius, ST, MT Kadis Nakertrans Kab. Barsel (doc. Lsm Senator 2000)


Barito Selatan /// www.tabloidmilitan.com

Kepala Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Barito Selatan Agus In'Yulius, S.T, M.T akui adanya kesulitan dalam memperoleh data penerima bantuan Prakerja, saat menanggapi permintaan para Kades (Kepala Desa) melalui surat yang dilayangkan ke Dinas Tenaga Kerja dan Tranmigrasi Barito Selatan beberapa waktu lalu, sebagai dasar penetapan penerima BLT-DD (Bantuan Langsung Tunai Dana Desa) pada Musdessus, karena sesuai dengan aturan bahwa penerima bantuan tidak boleh double antara satu dengan lainnya.


Memang ada beberapa kesulitan kami dalam mencari data valid penerima bantuan Prakerja, hal itu salah satunya lantaran proses pendaftaran penerimaan Prakerja dilakukan melalui proses mandiri perorangan, kapasitas dinas hanya sebatas membantu pendaftaran melalui operator saja, ungkap Agus In'Yulius, S.T, M.T kepada awak media di ruang kerjanya (15/02/2021).


Itu pun yang dibantu oleh operator dinas hanya sampai penerimaan Prakerja gelombang tahap III (tiga), dengan jumlah 1.158 orang,  sementara dari gelombang empat hingga gelombang sepuluh, dengan jumlah mencapai 4.648 orang, rata-rata penerima tersebut sudah melakukan pendaftaran mandiri, belum lagi gelombang sebelas yang terakhir belum terdata sama sekali, tambahnya menjelaskan.


Namun menanggapi permintaan para Kades tersebut, kami sudah meminta data ini ke pusat atau kementerian di Jakarta, namun memang hingga saat ini belum ada tanggapan ataupun jawaban resmi dari sana, yang mungkin saja karena ada permasalahan disana terkait OTT kasus korupsi yang lalu, sambungnya menjelaskan seraya sedikit bertanya.


Begitu juga kami sudah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak Bank BNI Cabang Buntok, sebagai bank penyalur bantuan bagi penerima Prakerja, namun terkendala karena kantor mereka lagi di lockdown lantaran ada salah satu karyawan mereka terpapar covid-19, sehingga ada kesulitan mereka untuk memberi data yang kami pinta hingga sekarang ini, ungkap Agus sapaan akrab Kadis Nakertran lagi.


Nah terkait kendala-kendala tersebut, kami menyarankan untuk para Kades, untuk mencegah tumbang tindih antara penerima BLT-DD dengan Prakerja, agar mendata satu persatu penerima BLT-DD Tahun 2020 lalu, apakah ada yang menerima bantuan Prakerja dan diikuti membuat surat pernyataan diatas materai, bahwa apabila ternyata ada yang double menerima bantuan pada tahun 2021 ini, yang bersangkutan akan bersedia mengembalikan salahsatu bantuan yang diterima dan atau diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, pungkasnya seraya memberi solusi jitu. (Tim TM-SIK/H. Indra Sy. Ikat)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar