“GAYUNG BIRANG” MOTIF BATIK KHAS KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR - tabloidmilitan.com - Media Informasi Lintas Kalimantan

Breaking

7/07/2020

“GAYUNG BIRANG” MOTIF BATIK KHAS KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR


Batik  merupakan hasil karya nenek moyang Indonesia. Terlebih lagi sejak tahun 2009 batik telah batik telah mendapat pengakuan Internasional dan secara resmi menjadi bagian dari Daftar Representatif Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) sebagai Budaya Tak Benda Warisan Manusia yang berasal dari Indonesia. Untuk memperingati hal ini, Indonesia menetapkan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional.

Batik merupakan pengungkapan makna dari seni kehidupan dengan kekayaan alam dan hubungan sosial dengan masyarakat sekitar. Pengekspresian makna tersebut dituangkan dengan corak atau motif dari batik tersebut.

Motif batik merupakan pola yang menjadi kerangka gambar dengan perpaduan garis, bentuk, isen dan menjadi satu keseluruhan.
 Motif Batik biasanya menggambarkan tumbuhan, hewan, dan manusia. Hal ini didasarkan atas kearifan yang dimiliki oleh nenek moyang bangsa Indonesia.

Kearifan tersebut dipengaruhi oleh faktor berupa letak geografis, keadaan alam, keadaan demografis (masyarakat) dan keadaan psikografis (pola pikir). Batik awalnya sangat identik dengan suku Jawa.
Di daerah selain pulau Jawa sedikit sekali memiliki motif-motif batik dan lebih terkenal dengan kain khas tradisional lainnya. Namun didukung dengan perkembangan zaman seluruh daerah Indonesia memiliki kekhasan motif batik mereka sendiri.

Di Pulau Kalimantan yang terkenal dengan suku Dayak-nya, kini memiliki batik khasnya tersendiri. Adapun motif batik yang dimiliki ialah tentang hasil alam dan kebudayaan yang ada di pulau Kalimantan.

Kalimantan khususnya provinsi Kalimantan Tengah, kabupaten Kotawaringin Timur juga memiliki motif batiknya yang khas. Motif ini juga memiliki filosofi dan sangat erat dengan keadaan alam daerah Kotawaringin timur itu sendiri. Salah satunya adalah motif batik Gayung Birang. 

Batik Gayung Birang adalah motif yang berasal dari Desa Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai penambang atau pendulang emas secara tradisional. Gayung Birang biasanya dipakai untuk hiasan pada rumah penduduk misalnya lesplang, dinding, jendela dan pintu rumah. 

Gayung birang berarti butiran-butiran atau percikan emas yang tercecer pada tempatnya. Motif ini menggambarkan hasil usaha penambangan tradisional masyarakat dahulu di daerah penambangan atau pendulangan emas. Dan motif ini juga dipengaruhi dengan motif melayu, karena akulturasi budaya.

Motif ini memiliki makna penting yaitu motivasi. Motif ini sengaja dipilih karena punya makna yang dalam sekaligus sebagai harapan dan do’a. Motif gayung birang merupakan simbol kekayaan alam Kabupaten Kotawaringin Timur. Pada motif ini tersirat kejayaan Bumi Habaring Hurung.
Batik motif Gayung Birang sekarang sudah cukup trend di kalangan masyarakat, khususnya masyarakat kabupaten Kotawaringin Timur. Tidak hanya dikalangan orang dewasa, tapi juga di kalangan pelajar dan mahasiswa.

Gemar berbatik juga akan membuat tren di kalangan masyarakat, bukan hanya sebagai seragam atau dalam kegiatan formal, tapi juga dapat digunakan baju santai untuk hang out. Sehingga batik khususnya batik kotim lebih dikenal lagi dan mampu bersaing dengan batik-batik daerah lain.
Dengan menggunakan batik kita tidak hanya terlihat elegan, tapi juga turut andil dalam melestarikan batik. Ditambah lagi, masuknya batik ke dalam daftar UNESCO membawa kewajiban kita untuk melindungi tradisi batik, sehingga kita harus dapat memaknai dan melestarikan ikon budaya dunia ini, serta mengetahui aspek-aspek tradisi batik yang perlu dilindungi.


DAFTAR PUSTAKA
Berita Radar Sampit - Edisi Senin, 08 Oktober 2018.
https://beritasampit.co.id/2019/12/10/pesona-batik-ini-makna-dan-filosofi-motif-batik-kotim/#:~:text=Hasil%20penggabungan%20antara%20motif%20gayung,dan%20berkembang%20di%20hutan%20tropis. Diakses pada tanggal 14/06/2020 pukul 16.12 WIB
https://www.ilmubudaya.com/2019/07/ragam-jenis-motif-batik-kalimantan-khas.html Diakses pada tanggal 14/06/2020 pukul 14.33 WIB
Valentino Kuswinarno - Pegiat batik di Kotim.


Ruang Publik.

Penulis :

ADE FIRMANSYAH
FINALIS PUTRA KEBUDAYAAN 
PROVINSI KALIMANTAN TENGAH 
TAHUN 2020
NOMOR PESERTA 10.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar