PROGRAM KERJA MATANG DESA BAMBULUNG - tabloidmilitan.com - Media Informasi Lintas Kalimantan

Breaking

2/05/2019

PROGRAM KERJA MATANG DESA BAMBULUNG

PROGRAM KERJA MATANG
DESA BAMBULUNG

Insert. Selain sebagai seorang Kepala Desa, Uliadi juga seorang pengusaha dan menjabat sebagai ketua koperasi angkutan di salah satu perusahaan perkebunan sawit ternama.

Bambulung. Pematang Karau. Barito Timur.
           Untuk program prioritas tahun anggaran 2019 ini, kami Desa Bambulung lebih fokus untuk bidang kesehatan, hal ini berkaitan dengan status lokus stanting. Sebagaimana tahun sebelumnya (2018), di tahun ini juga program-program kami ini juga bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Barito Timur, baik dalam perencanaan maupun tahap pelaksanaannya, kata Uliadi Kepala Desa Bambulung saat di sambangi awak media di kediamannya.

Insert. Saat Uliadi memaparkan program kerja Desa Bambulung kepada awak media (doc. Lsm Senator 2000)

     Adapun spesifik program yang kami lakukan adalah pengadaan tong sampah dari RT. 1 hingga RT. 11, dengan estimasi kurang lebih 30 hingga 50 tong sampah untuk sebelas RT tersebut. Ini tujuannya agar merubah kebiasaan membuang sampah ke sungai beralih ke tong sampah, atau dengan kata lain perubahan pola hidup untuk berperilaku hidup sehat, lanjut Uliadi, seorang Kepala Desa yang berlatar belakang pengusaha sukses.
           Seperti pada tahun anggaran 2018 lalu, kami juga sudah melakukan upaya meningkatan pola hidup masyarakat kami untuk berperilaku hidup sehat, yang dulu melakukan MCK (Mandi Cuci Kakus) ke sungai, sekarang sudah tidak lagi, karena hampir semua rumah tangga di Desa Bambulung ini sudah memiliki WC atau toilet masing-masing di dalam rumah, walaupun rumahnya di dekat sungai. Karena di tahun 2018 lalu, Pemerintahan Desa Bambulung, membuat WC untuk rumah tangga dan septhank lebih dari 70 buah, lanjut Uliadi menjelaskan seraya bahagia akan sikap dan perilaku warganya.
          Terkait program tong sampah tadi, kami juga sudah matang dalam perencanaan, konsepnya hingga finishing. Kami sudah menyediakan lahan seluas dua hektar sebagai lokasi TPAS (Tempat Pembuang Akhir Sampah), tepatnya berada di wilayah Pasir Putih Desa Bambulung. Lokasi ini jauh dari lokasi pemukiman, sehingga tidak akan menganggu masyarakat saya maupun orang lain, papar Uliadi menjelaskan kematangan perencanaan Desa Bambulung.
           Tidak hanya sampai disitu, kedepannya juga kami sudah merencanakan akan mengangkat dua orang tenaga pasukan kuning sebagai petugas yang melaksanakan operasional kebersihan tersebut, dari mengumpulkan sampah dari tong-tong yang ada hingga mengantar ke TPAS. Ini nantinya mengunakan satu unit tossa sebagai sarana angkut, yang mana akan kami adakan juga pada tahun anggaran 2019 ini juga. Jadi sifatnya perencanaan ini sudah komplit terencana dan terarah, dari sarana dan prasanara, juga tenaga pelaksananya sudah tercover apik.
          Terus program prioritas lainnya untuk tahun anggaran 2019 ini, yakni pembuatan lokasi pemakanan atau lokasi kuburan, dengan luas areal yang juga sudah disiapkan seluas 5 hektar, yang di peruntukan untuk lima agama dengan pembagian satu hektar untuk satu agama. Tanah-tanah yang sudah disiapkan tersebut, baik untuk lokasi TPAS maupun lokasi kuburan, merupakan tanah aset Desa Bambulung dan semua hal itu sudah disepakati dan disetujui oleh semua lapisan masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, semua RT dan RW, dan semua lapisan masyarakat Desa Bambulung.
         Perencanaan matang dan terarah dengan apik ini, karena saya belajar dari Asrudin Ebar mantan Kepala Desa Bambulung dahulu yang juga ayah kandung saya, dimana saat itu beliau merencanakan tata letak desa dengan apik dan untuk jangka panjang, seperti kita lihat sekarang ini, di Dusun Bambulung Baru (Jihi), bagaimana tata letak, Koramil, Polsek, Puskesmas, sarana pendidikan, sarana ibadah dan sarana-sarana lainnya tertata apik hingga saat ini, kata Uliadi yang ternyata bukan hanya seorang pengusaha sukses, juga anak seorang mantan Kepala Desa Bambulung, sehingga tidak diragukan lagi kemampuannya dalam memeimpin Desa Bambulung.
(Tim SIK-TM/Indra Sy. Ikat/Rediansyah Sy. Ikat)