DIKATON VS MIMING & PAGAR Cs PENGEROYOKAN, PENGHADANGAN DI TEMPAT SUNYI, PENGANANIAAN DAN PEMUKULAN BERAKHIR DI PASAL 183 & 184 KUHP????.... - tabloidmilitan.com - Media Informasi Lintas Kalimantan

Breaking

2/05/2019

DIKATON VS MIMING & PAGAR Cs PENGEROYOKAN, PENGHADANGAN DI TEMPAT SUNYI, PENGANANIAAN DAN PEMUKULAN BERAKHIR DI PASAL 183 & 184 KUHP????....

DIKATON VS MIMING & PAGAR Cs PENGEROYOKAN, PENGHADANGAN DI TEMPAT SUNYI, PENGANANIAAN DAN PEMUKULAN BERAKHIR DI PASAL 183 & 184 KUHP????....

Katingan. Kalteng, www.tabloidmilitan.com
            Berdasarkan SP2HP berbasis biasa yang terasa janggal lalu Sprindik Nomor : SP. Sidik/03/1/RES.1.6/2019/, Reskrim Polres Katingan Tertanggal 06 Januari 2019 lalu surat pemberitahuan dimulainya penyidikan nomor : SPDP/01/I/RES 1.6/2019, Tertanggal 07 Januari 2019. Yang melahirkan Pasal 183 dan 184 dengan alat bukti dan visum, sehingga membebaskan Pagar, SE bin Asper Dimon, lalu turut menghilangkan pasal pengeroyokan, penghadangan di tempat sunyi, berencana dan melakukan pemukulan secara bersama-sama bahkan percobaan pembunuhan bila saja lima orang saksi tidak segera datang menolong korban Dikaton yang sudah tidak sadarkan diri, namun terus dilakukan pemukulan dan pengananiaan yang masiv kepada korban yang juga seorang guru dan pendatang di Desa Buntut Bali Katingan itu tanpa henti hingga babak belur hingga hampir tewas ditempat, ucap salah satu keluarga korban kepada penulis sambil menahan amarahnya dengan geramnya.

Insert. Nampak muka Diktaton babak belur sesaat setelah di keroyok. 

          Karena merasa aneh terpaksa mereka minta bantuan Kapolda Kalteng di Palangka Raya untuk melihat kembali kasus itu secara proporsional dan profesional karena pihak korban yang babak belur hingga mengalami sakit dan hampir tewas di tempat kejadian merasa tidak mendapat keadilan, sementara kelima saksi juga sudah menyebutkan ada pengeroyokan, ada penghadangan, ada pukulan oleh kedua pelaku, ada pengananiaan dan ada korban yang babak belur dan hampir tewas di tempat kejadian perkara, ada visum dan ada alat bukti lainnya namun anehnya satu pelaku bisa bernafas lega menghirup udara bebas di luar, walau dialah yang pertama kali menghadang saya, terang Dikaton yang kecewa berat dan merasa curiga ada kong kalikong untuk mementahkan laporannya, sehingga yang nampak pemukulan biasa saja  bukan pengeroyokan, penghadangan, pengananiaan dan pemukulan yang hampir menewaskannya.
           Saat Kasat Reskrim Polres Katingan dihubungi lewat whatsapp yang dicantumnya dalam surat SP2HP,  yakni AKP EDIA SUTA ATA, SH, MH menyebutkan dirinya ada dilaporkan oleh Lsm ke Polda Kalteng atas sprindik SP2HPnya, karena melepas Pagar SE dan dirinya juga sudah melakukan SP21 ke Kejaksaan Negeri Katingan, namun di tolak jaksa jawabnya.
          Namun saat ditanyai kapan gelar perkara dan olah TKP di laksanakan, mengapa korban tidak tau dan tidak diberitahukan lalu apakah keterangan ke lima (5) saksi tidak cukup kuatkah untuk memberi kesaksian yang riil, urgen dan berkeadilan engan alat bukti dan hasil visum, sehingga pasal yang dijatuhkan hanya 183 dan 184, serta membebaskan Pagar, SE dan menjadikan Miming bin Adihung seorang diri jadi tersangka. Namun hingga berita ini di turunkan Kasatnya enggan membalas pertanyaan dalam laman whatshapp, namun bbalasannya berbunyi, bila profesional silahkan datang ke kantor saat jam kerja tantangnya, sembari menuduh penulis adalah Lsm aktivistas yang melapor kasus itu hingga ke meja Kapolda Kalimantan Tengah di Palangka Raya.
        Kalau.memang Pagar SE tidak melakukan pemukulan dan penendangan, setidaknya mengapa dia melakukan penghadangan lalu melakukan pembiaran kepada Miming untuk sesuka hatinya melakukan pengananiaannya dan Pagar, SE diam dan hanya.melakukan pembiaran didengerin dan enjoy saja hingga kejadian itu hampir menewaskan korban. Anehkan dan ga masuk akal, tambah Rhendy yang juga seorang aktivis dari Lsm Senator 2000 tak masuk akalnya.
(Tim TM group)